Putri tercinta saat bersama Almarhumah Istri tersayang

Duhai Sayang....Semoga engkau berbahagia di alam sana

Saat-saat terindah bersama Almarhumah Istri Tersayang

Duhai sayang.... Semoga engkau berbahagia di alam sana

Saat-saat terindah bersama Almarhumah Istri Tersayang

Duhai sayang.... Semoga engkau berbahagia di alam sana

Upacara Pembukaan Class Meeting Madrasah Al Rosyid

Bersama Bapak Kapolres Bojonegoro

Rahma dan Rafi Motivatorku

Ayah selalu menyayangi kalian berdua

Rabu, 19 Desember 2012

Petunjuk Teknis dan Jadwal Pekan Madaris 2012



Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Bagi Rekan-rekan Pembina Pendamping dari Gugusdepan, silahkan diunduh file Petunjuk teknis dan Revisi Jadwal Pekan Madaris MTs Se-Kab. Bojonegoro, yang akan diselenggarakan oleh Kankemenag Kab. Bojonegoro  di Bumi perkemahan PP. Al Munawwar Kunci Dander, 24-26 Desember 2012. Semoga Sukses.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Silahkan unduh :
Juknis Pekan Madaris disini

Rabu, 14 November 2012

SELAMAT TAHUN BARU

Waktu terus berputar, hari berganti hari, bulan demi bulan menjelang,  tahun demi tahun pun berlalu, seiring pergantian siang menjadi malam begitu juga seterusnya. Putaran dinamis waktu membawa kita kembali memasuki bulan Muharram, pertanda tahun baru Hijriyah datang.
Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim, di awal tahun baru hijriyah 1 Muharram 1434 H. ini hamba memohon Hidayah-MU, bertekad untuk bisa kembali kepada jalan yang Engkau Rahmati dan Engkau Ridhoi.

Hanyalah kepada engkau tempat kembali, tempat hamba memohon pertolongan, kekuatan maupun ampunan. Semoga ditahun yang baru ini hamba bisa menjadi pribadi yang baru juga, pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Ijinkanlah hamba menjadi bagian dari hamba-Mu yang beruntung.. Amin amin.. Ya Rabbal Alamin.

Selamat Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharram 1434 H.

Selasa, 16 Oktober 2012

Refleksi Gerakan Pramuka


Gerakan Pramuka lahir sebagai sebuah keputusan politik, hal mana didahului dengan keputusan politik MPRS tahun 1960 yang berupaya membersihkan sisa-sisa paham Baden Powell pada organisasi kepanduan. Penamaan Pramuka pun lebih berbau politis karena pada saat itu di sebagian negara komunis menyelenggarakan pendidikan kepanduan dengan nama pionir, dan pramuka dipandang sebagai padanan kata dari pioner dibandingkan pandu. Pramuka diartikan sebagai selalu dimuka (pioner). Sedangkan pandu sendiri merupakan terjemahan dari scout yang merupakan gagasan dari Baden Powell dan diartikan sebagai orang yang senantiasa memandu atau menolong. Karena keputusan politik itulah maka organisasi ini sekarang lebih dikenal dengan pramuka daripada pandu.
Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Ketua Kwartir Nasional pertama yang kemudian menerjemahkan pramuka sebagai praja muda karana dipandang sebagai upaya untuk mengeliminir istilah pramuka dari padanan kata pioner yang lebih berbau komunis pada saat itu. Konon terbitnya Keputusan Presiden nomor 238 Tahun 1961 juga penuh dengan pergulatan politik, bahkan dokumen ini tidak ditandatangani oleh Soekarno namun oleh Pejabat Presiden Ir. H. Djuanda pada tanggal 20 Mei 1961. Pada saat itu Presiden Soekarno sedang melawat ke luar negeri, pertanyaan yang mengemuka adalah mengapa tidak menunggu Presiden pulang ke tanah air dan segenting itukah penandatanganan penyatuan puluhan organisasi kepanduan ke dalam Gerakan Pramuka sehingga tanpa harus menunggu kepulangan Soekarno? Pertanyaan yang sampai sekarang belum dijelaskan kepada publik secara gamblang. Konon versi keputusan presiden yang akhirnya diterbitkan berbeda dengan draf yang masuk ke staf kepresidenan. Adalah H. Mutahar yang memberikan informasi adanya draf yang berbeda itu kepada Sri Sultan dan akhirnya mendesak Pejabat Presiden untuk segera menandatangani Keputusan Presiden 238 tahun 1961 sebagaimana kita kenal sekarang ini.
Namun demikian pada tanggal 14 Agustus 1961 toh akhirnya Presiden Soekarno menyerahkan panji-panji Gerakan Pramuka kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang pertama. Tanggal itulah yang kemudian diperingati menjadi Hari Pramuka. Jika pada awalnya terdapat keputusan politik untuk membersihkan sisa-sisa paham Baden Powell, maka tugas yang diemban Sri Sultan adalah membersihkan pengaruh komunis pada tubuh Gerakan Pramuka. Karena pada proses awal pembentukannya Gerakan Pramuka dipandang sebagai organisasi yang potensial bagi komunis untuk mengembangkan sayapnya.
Pergulatan politik itulah yang akhirnya membawa Gerakan Pramuka masuk di sekolah pada awal masa orde baru. Dikhawatirkan akan ditunggangi oleh eks-PKI, maka Gerakan Pramuka dititipkan di sekolah. Sehingga bermunculan Gugusdepan yang berpangkalan di sekolah sebagaimana kita kenal sekarang ini. Dan ini akhirnya menjadi gerakan yang sifatnya masif bahkan siswa diwajibkan mengikuti kegiatan kepramukaan atau minimal menggunakan seragam pramuka pada hari tertentu di sekolah.
Pemassalan pendidikan kepramukaan di sekolah menyebabkan penerapan sistem beregu dan sistem tanda kecakapan sebagai roh utama pendidikan kepramukaan menjadi sulit karena keterbatasan jumlah pembina. Bagaimana mungkin sistem beregu dan sistem tanda kecakapan dapat dijalankan oleh satu orang pembina yang menghadapi ratusan peserta didik karena siswa di sekolah diwajibkan mengikuti pendidikan kepramukaan? Akhirnya pendekatan klasikal yang paling mungkin diterapkan, yang pada gilirannya latihan kepramukaan menjadi pelajaran kepramukaan.
Karena itulah dalam rangka revitalisasi Gerakan Pramuka menurut hemat saya pertama kali yang perlu dilakukan adalah revitalisasi organisasi Gerakan Pramuka dengan mengembalikan gugusdepan ke masyarakat. Gugusdepan berbasis masyarakat akan lebih fleksibel dalam menerapkan metode kepramukaan hal mana ketika gugusdepan berada di sekolah metode kepramukaan sebagai ciri utama pendidikan kepramukaan tereliminasi sehingga pendidikan kepramukaan kehilangan jati dirinya.
Ketika gugusdepan berbasis di masyarakat maka keanggotaan tidak lagi bersifat masif dan organisasi akan lebih mampu mengurusi anggota. Pembina akan lebih optimal dan intensif melakukan proses pendidikan kepramukaan yang berkualitas berdasarkan metode pendidikan kepramukaan. Gugusdepan berbasis masyarakat juga akan mengoptimalkan pergaulan teman sebaya di lingkungan anak, remaja dan pemuda peserta pendidikan kepramukaan. Pada tataran inilah Gerakan Pramuka akan lebih mampu menjadikan organisasinya sebagai sebuah gerakan dalam membangun karakter bangsa.

Senin, 01 Oktober 2012

TEORI BELAJAR BEHAVIORISME, KOGNITIVISME DAN KONSTRUKTIVISME



Teori Behaviorisme
Teori belajar behaviorisme merupakan teori belajar yang telah cukup lama dianut oleh para pendidik. Teori ini dicetuskan oleh Gage dan Berliner yang berisi tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi tidaknya perubahan tingkah laku. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. Dengan kata lain proses pembelajaran menurut teori Behaviorisme adalah bahwa proses pembelajaran lebih menekankan pada proses pemberian stimulus (rangsangan) dan rutinitas respon yang dilakukan oleh siswa. Inti pembelajaran dalam pandangan behaviorisme terletak pada stimulus respon (S-R).

Menurut teori behavioristik belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman (Gage, Berliner, 1984) Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada siswa, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan siswa terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh siswa (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.
Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan, sedangkan belajar sebagi aktivitas “mimetic”, yang menuntut pebelajar untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan, kuis, atau tes. Penyajian isi atau materi pelajaran menekankan pada ketrampian yang terisolasi atau akumulasi fakta mengikuti urutan dari bagian ke keseluruhan. Pembelajaran mengikuti urutan kurikulum secara ketat, sehingga aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada buku teks/buku wajib dengan penekanan pada ketrampilan mengungkapkan kembali isi buku teks/buku wajib tersebut. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil belajar.
Evaluasi menekankan pada respon pasif, ketrampilan secara terpisah, dan biasanya menggunakan paper and pencil test. Evaluasi hasil belajar menuntut jawaban yang benar. Maksudnya bila siswa menjawab secara “benar” sesuai dengan keinginan guru, hal ini menunjukkan bahwa siswa telah menyelesaikan tugas belajarnya. Evaluasi belajar dipandang sebagi bagian yang terpisah dari kegiatan pembelajaran, dan biasanya dilakukan setelah selesai kegiatan pembelajaran. Teori ini menekankan evaluasi pada kemampuan siswa secara individual (Degeng, 2006).
Prinsip-Prinsip dalam Teori Behavioristik
a) Obyek psikologi adalah tingkah laku.
b) Semua bentuk tingkah laku di kembalikan pada reflek.
c) Mementingkan pembentukan kebiasaan.
d) Perilaku nyata dan terukur memiliki makna tersendiri.
e) Aspek mental dari kesadaran yang tidak memiliki bentuk fisik harus dihindari.
Tokoh-Tokoh Aliran Behaviorisme
a) Edward LeeThorndike
Menurutnya belajar merupakan proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, juga dapat berupa pikiran, perasaan, gerakan atau tindakan. teori ini sering disebut teori koneksionisme.
Connectionism ( S-R Bond) adalah hukum belajar yang dihasilkan oleh Thorndike yang melakukan eksperimen yang terhadap kucing menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya:
1) Law of Effect; artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan, maka hubungan Stimulus – Respons akan semakin kuat. Sebaliknya, semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons, maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus- Respons.
2) Law of Readiness; artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pendayagunaan satuan pengantar (conduction unit), dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.
3) Law of Exercise; artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat, jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih.
b) John Watson
Kajian tentang belajar disejajarkan dengan ilmu-ilmu lain seperti Fisika atau Biologi yang berorientasi pada pengalaman empirik semata, yaitu sejauh mana dapat diamati dan diukur. Belajar merupakan proses interaksi antara stimulus dan respon, namun keduanya harus dapat diamati dan diukur.
c) Clark L. Hull
Semua fungsi tingkah laku bermanfaat terutama untuk menjaga agar organisme tetap bertahan hidup. Dorongan belajar (stimulus) dianggap sebagai sebuah kebutuhan biologis agar organisme mampu bertahan hidup.
d) Edwin Guthrie
Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan. Hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang.
e) Burrhus Frederic Skinner
Konsep-konsep yang dikemukanan tentang belajar lebih mengungguli konsep para tokoh sebelumnya. Respon yang diterima seseorang tidak sesederhana konsep yang dikemukakan tokoh sebelumnya, karena stimulus-stimulus yang diberikan akan saling berinteraksi dan interaksi antar stimulus itu akan mempengaruhi respon yang dihasilkan. Respon yang diberikan ini memiliki konsekuensi-konsekuensi. Konsekuensi-konsekuensi inilah yang nantinya mempengaruhi munculnya perilaku.
Operant Conditioningadalah hukum belajar yang dihasilkan oleh B.F. Skinner yang melakukan eksperimen yang terhadap tikus menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya:
1) Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat.
2) Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah.
Reber (Muhibin Syah, 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. Respons dalam operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus, melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu, namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning.
Kelemahan Teori Behavioristik
a) Hanya mengakui adanya stimulus dan respon yang dapat diamati
b) Kurang memberikan ruang gerak yang bebas bagi pebelajar untuk berkreasi, bereksperimentasi dan mengembangkan kemampuannya sendiri
c) Pebelajar berfikir linier, konvergen, tidak kreatif dan tidak produktif
d) Pebelajar atau orang yang belajar harus dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas dan ditetapkan terlebih dulu secara ketat
e) Kontrol belajar harus dipegang oleh sistem yang berada di luar diri pebelajar
Kelebihan Teori Behavioristik
Sesuai untuk perolehan kemampuan yang membutuhkan praktik dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti kecepatan, spontanitas, kelenturan, reflex.
Teori Kognitivisme
Teori belajar kognitif berasal dari pandangan Kurt Lewin (1890-1947), seorang Jerman yang kemudian beremigrasi ke Amerika Serikat. Intisari dari teori belajar konstruktivisme adalah bahwa belajar merupakan proses penemuan (discovery) dan transformasi informasi kompleks yang berlangsung pada diri seseorang. Individu yang sedang belajar dipandang sebagai orang yang secara konstan memberikan informasi baru untuk dikonfirmasikan dengan prinsip yang telah dimiliki, kemudian merevisi prinsip tersebut apabila sudah tidak sesuai dengan informasi yang baru diperoleh. Agar siswa mampu melakukan kegiatan belajar, maka ia harus melibatkan diri secara aktif.
Teori kognitivisme ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses informasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir, menyimpan, dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Teori ini menekankan pada bagaimana informasi diproses.
Karakteristik :
a) Belajar adalah proses mental bukan behavioral
b) Siswa aktif sebagai penyadur
c) Siswa belajar secara individu dengan pola deduktif dan induktif
d) Instrinsik motivation, sehingga tidak perlu stimulus
e) Siswa sebagai pelaku untuk menuntun penemuan
f) Guru memfasilitasi terjadinya proses insight.
Beberapa tokoh dalam aliran kognitivisme
a) Teori Gestalt dari Wertheimer dkk
Menekankan pada kebermaknaan dan pengertian sehingga tidak menimbulkan ambiguitas dalam proses pembelajaran.
b) Teori Schemata Piaget
Teori ini mengatakan bahwa pengalaman kependidikan harus dibangun di sekitar struktur kognitif siswa. Struktur kognitif ini bisa dilihat dari usia serta budaya yang dimilik oleh siswa.
c) Teori Belajar Sosial Bandura
Bandura mempercayai bahwa model akan mempunyai pengaruh yang
paling efektif apabila mereka dianggap atau dilihat sebagai orang yang
mempunyai kehormatan, kemampuan, status tinggi, dan juga kekuatan,
sehingga dalam banyak hal seorang guru bisa menjadi model yang paling berpengaruh.
d) Pengolahan Informasi Norman
Norman melihat bahwa materi baru akan dipelajari dengan menghubungkannya dengan sesuatu yang sudah diketahuinya, yang dalam teorinya di sebut learning by analogy. Pengajaran yang efektif memerlukan guru yang mengetahui struktur kognitif siswa.
Teori Konstruktivisme
Menurut cara pandang teori konstruksivisme belajar adalah proses untuk membanguin pengetahuan melalui pengalaman nyata dari lapangan. Artinya siswa akan cepat memiliki pengetahuan jika pengetahuan itu dibangu atas dasar realitas yang ada di dalam masyarakat. Evaluasi pembelajaran. Dalam treori kontruktivisme, evaluasi tidak hanya dimaksudkan untuk mengetahui kualitas siswa dalam memahami materi dari guru. Evaluasi menjadi saran untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan proses pembelajaran.
Konstruktivisme sebagai deskripsi kognitif manusia seringkali diasosiasikan dengan pendekatan paedagogi yang mempromosikan learning by doing. Teori ini memberikan keaktifan terhadap manusia untuk belajar menemukan sendiri kompetensi, pengetahuan atau teknologi, dan hal lain yang diperlakukan guna mengembangkan dirinya sendiri.
Menurut asalnya, teori konstruktivime bukanlah teori pendidikan. Teori ini berasal dari disiplin filsafat, khususnya filsafat ilmu. Pada tataran filsafat, teori ini membahas mengenai bagaimana proses terbentuknya pengetahuan manusia. Menurut teori ini pembentukan pengetahuan terjadi sebagai hasil konstruksi manusia atas realitas yang dihadapinya. Dalam perkembangan kemudian, teori ini mendapat pengaruh dari disiplin psikologi terutama psikologi kognitif Piaget yang berhubungan dengan mekanisme psikologis yang mendorong terbentuknya pengetahuan. Menurut kaum konstruktivis, belajar merupakan proses aktif siswa mengkostruksi pengetahuan. Proses tersebut dicirikan oleh beberapa hal sebagai berikut:
  1. Belajar berarti membentuk makna. Makna diciptakan siswa dari apa yang mereka lihat, dengar, rasakan, dan alami. Konstruksi makna ini dipengaruhi oleh pengertian yang telah ia punyai.
  2. Konstruksi makna merupakan suatu proses yang berlangsung terus-menerus seumur hidup.
  3. Belajar bukan kegiatan mengumpulkan fakta melainkan lebih berorientasi pada pengembangan berpikir dan pemikiran dengan cara membentuk pengertian yang baru. Belajar bukanlah hasil dari perkembangan melainkan perkembangan itu sendiri. Suatu perkembangan yang menuntun penemuan dan pengaturan kembali pemikiran seseorang.
  4. Proses belajar yang sebenarnya terjadi pada waktu skemata seseorang dalam keraguan yang merangsang pemikiran lebih lanjut. Situasi disekuilibrium merupakan situasi yang baik untuk belajar
  5. Hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman belajar dengan dunia fisik dan lingkungan siswa.
  6. Hasil belajar siswa tergantung pada apa yang sudah diketahuinya.
Bagi kaum konstruktivis, belajar adalah suatu proses organik untuk menemukan sesuatu, bukan suatu proses mekanis untuk mengumpulkan fakta. Dalam konteks yang demikian, belajar yang bermakna terjadi melalui refleksi, pemecahan konflik pengertian dan selalu terjadi pembaharuan terhadap pengertian yang tidak lengkap.
Berdasarkan asumsi-asumsi tersebut dapat ditarik sebuah inferensi bahwa menurut teori konstruktivisme belajar adalah proses mengkonstruksi pengetahuan dengan cara mengabstraksi pengalaman sebagai hasil interaksi antara siswa dengan realitas baik realitas pribadi, alam, maupun realitas sosial. Proses konstruksi pengetahuan berlangsung secara pribadi maupun sosial. Proses ini adalah proses yang aktif dan dinamis. Beberapa faktor seperti pengalaman, pengetahuan awal, kemampuan kognitif dan lingkungan sangat berpengaruh dalam proses konstruksi makna.Argumentasi para konstruktivis memperlihatkan bahwa sebenarnya teori belajar konstrukvisme telah banyak mendapat pengaruh dari psikologi kognitif, sehingga dalam batas tertentu aliran ini dapat disebut juga neokognitif.
Walaupun mendapat pengaruh psikologi kognitif, namun harus diakui bahwa stressing point teori ini bukan terletak pada berberapa konsep psikologi kognitif yang diadopsinya (pengalaman, asimilasi, dan internalisasi).melainkan pada konstuksi pengetahuan. Konstruksi pengetahuan yang dimaksudkan dalam pandangan konstruktivisme yaitu pemaknaan realitas yang dilakukan setiap orang ketika berinteraksi dengan lingkungan. Dalam konteks demikian, konstruksi atau pemaknaan terhadap realitas adalah berlajar itu sendiri. Dengan asumsi seperti ini, sebetulnya substansi konstrukvisme terletak pada pengakuan akan hekekat manusia sebagai homo creator yang dapat mengkonstruksi realitasnya sendiri.









IMPLIKASI TEORI BELAJAR TERHADAP EVALUASI PENDIDIKAN
Teori Behaviorisme
Implikasi teori ini dalam pembelajaran tergantung tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik pebelajar, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia.Teori ini sangat sesuai untuk pengetahuan yang bersifat obyektif, pasti, tetap, tidak berubah. Dalam hal ini pengetahuan telah terstruktur dengan rapi, sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan (transfer of knowledge) ke orang yang belajar atau pebelajar
Menurut teori behaviorisme apa saja yang diberikan guru (stimulus) dan apa saja yang dihasilkan siswa (respons) semua harus bisa diamati, diukur, dan tidak boleh hanya implisit (tersirat). Faktor lain yang juga penting adalah faktor penguat (reinforcement). Penguat adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respons. Bila penguatan ditambah (positive reinforcement) maka respons akan semakin kuat. Begitu juga bila penguatan dikurangi (negative reinforcement) responspun akan tetap dikuatkan.. Misalnya bila seorang anak bertambah giat belajar apabila uang sakunya ditambah maka penambahan uang saku ini disebut sebagai positive reinforcement. Sebaliknya jika uang saku anak itu dikurangi dan pengurangan ini membuat ia makin giat belajar, maka pengurangan ini disebut negative reinforcement.
Konsep evaluasi pendidikan sudah sangat jelas dalam teori ini yaitu melalui pengukuran, pengamatan. Sebab seseorang dikatakan belajar bila telah mengalami perubahan perilaku. Akan tetapi perlu diketahui bahwa tidak semua hasil belajar bisa diamati dan diukur, paling tidak dalam tempo seketika. Semua aspek materi juga tidak bisa diukur dengan teori ini. Evaluasi dilakukan untuk menilai hasil akhir dari penggunaan teori ini yaitu perubahan perilaku.
Teori Kognitivisme
Implikasi teori kognitivisme dalam kegiatan pembelajaran lebih memusatkan perhatian kepada cara berpikir atau proses mental anak, tidak sekedar kepada hasilnya. Selain itu, peran siswa sangat diharapkan untuk berinisiatif dan terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar. Teori ini juga memaklumi akan adanya perbedaan individual dalam hal kemajuan per- kembangan. Oleh karena itu guru harus melakukan upaya untuk mengatur aktivitas di dalam kelas yang terdiri dari individu – individu ke dalam bentuk kelompok – kelompok kecil siswa daripada aktivitas dalam bentuk klasikal.
Teori ini juga mengutamakan peran siswa untuk saling berinteraksi. Menurut Piaget, pertukaran gagasan – gagasan tidak dapat dihindari untuk perkembangan penalaran. Walaupun penalaran tidak dapat diajarkan secara langsung, perkembangannya dapat disimulasi.
Implikasi dalam konsep evaluasi bahwa evaluasi dilakukan selama proses belajar bukan hanya semata dinilai dari hasil belajar. Jadi, teori ini menitikberatkan pada proses daripada hasil yang dicapai oleh siswa.
Bagi para penganut aliran kognitifisme, pembelajaran dipandang sebagai upaya memberikan bantuan kepada siswa untuk memperoleh informasi atau pengetahuan baru melalui proses discovery dan internalisasi. Agar discovery dan internalisasi dapat berlangsung secara benar maka perlu diperhatikan beberapa prinsip pembelajaran yang perlu sebagai berikut:
  • Setiap siswa perlu dimotivasi oleh guru agar merasa bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan, dan bukan sebaliknya sebagai beban
  • Pembelajaran hendaknya dimulai dari hal-hal yang konkrit ke hal-hal yang abstrak.
  • Setiap usaha mengkonseptualisasikan matari pembelajaran hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan siswa belajar.
  • Pembelajaran hendaknya dirancang sesuai dengan pengalaman belajar siswa dengan memperhatikan tahap-tahap perkembangannya.
  • Materi pelajaran hendaknya dirancang dengan memperhatikan sequencing penyajian secara logis.
Teori Konstruktivisme
Teori konstruksivisme membawa implikasi dalam pembelajaran yang harus bersifat kolektif atu kelompok. Proses sosial masing-masing siswa harus bisa diwujudkan. C. Asri Budiningsih dalam buku Pembelajaran Moral menyatakan bahwa keberhasilan belajar sangat ditentukan oleh peran social yang ada dalam diri siswa. Dalam situasi sosial akan terjadi situasi saling berhubungan, terdapat tata hubungan, tata tingkah laku dan sikap diantara sesame manusia. Konsekuensinya, siswa harus memiliki keterampilan untuk menyesuaikan diri (adaptasi) secara cepat.
Bagi kaum konstruktivis, mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru kepada siswa, melainkan suatu penciptaan suasana yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya. Mengajar berarti partisipasi aktif guru bersama-sama siswa dalam membangun pengetahuan, membuat makna, mencari kejelasan, bersikap kritis, dan mengadakan justifikasi. Jadi mengajar adalah belajar itu sendiri. Menurut prinsip konstruktivisme, guru berperan sebagai mediator dan fasilitator yang membantu agar proses belajar siswa berjalan sebagaimana mestinya. Sebagai fasilitator dan mediator tugas guru dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Menyediakan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa bertanggung jawab dalam merencanakan aktivitas belajar, proses belajar serta hasil belajar yang diperolehnya. Dengan demikian menjadi jelas bahwa memberi kuliah atau ceramah bukanlah tugas utama guru.
Memberikan sejumlah kegiatan yang dapat merangsang keingintahuan siswa dan mendorong mereka untuk meng-ekspresikan gagasan-gagasannya serta mengkomukasikan-nya secara ilmiah;
b. Menyediakan sarana belajar yang merangsang siswa berpikir secara produktif. Guru hendaknya menciptakan rangsangan belajar melalui penyediaan situasi problematik yang memungkinkan siswa belajar memecahkan masalah
c. Memonitor, mengevaluasi dan menunjukkan tingkat perkembangan berpikir siswa. Guru dapat menunjukkan dan mempertanyakan sejauh mana pengetahuan siswa untuk menghadapi persoalan baru yang berkaitan dengan pengetahuan yang dimilikinya. (Ditulis Oleh Drs.Agustinus Maniyeni, M.Pd – Dalam buku “Wawasan Pembelajaran” halaman 1-15)
Konstruktivisme memandang bahwa pengetahuan non objektif, bersifat temporer, selalu berubah dan tidak menentu. Belajar adalah penyusunan pengetahuan dari dari pengalaman konkrit, aktifitas kolaboratif dan refleksi dan interpretasi. Seseorang yang belajar akan memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan tergantung pengalamannya dan persepektif yang didalam menginterprestasikannya.
Teori ini lebih menekankan pada diri siswa dalam penyusun pengetahuan yang ingin diperoleh oleh siswa tersebut. Teori ini memberikan keaktifan terhadap siswa untuk belajar menemukan sendiri kompetensi, pengetahuan atau teknologi, dan hal lain yang diperlakukan guna menggembangkan dirinya sendiri.
Adapun tujuan dari teori ini adalah sebagai berikut:
  1. Adanya motivasi untuk siswa bahwa belajar adalah tanggung jawab siswa itu sendiri.
  2. Mengembangkan kemampuan siswa untuk mengajukan pertanyaan dan mencari sendiri pertanyaanya.
  3. Membantu siswa untuk mengembangkan pengertian dan pemahaman konsep secara lengkap.
  4. Mengembangkan kemampuan siswa untuk menjadi pemikir yang mandiri.
  5. Lebih menekankan pada proses belajar bagaimana belajar itu.
    Konsep evaluasi pendidikan hampir sama dengan konsep pada teori kognitivisme yaitu menitikberatkan pada proses. Proses yang dimaksud disini merupakan sebuah pengalaman yang dialami sendiri oleh masing-masing siswa (penyusunan pengetahuan oleh siswa itu sendiri).

Sabtu, 18 Agustus 2012

Met Idul Fitri 1433 H

Ikhlas kubuka senyuman
Dari hati aku yang terdalam
Untuk kalian tulus aku berikan
Semoga kalian mau memaafkan
Atas salah dan dosa yang pernah kulakukan

Selamat Idul Fitri 1433 H

Minal Aidin Wal-Faizin
Mohon Maaf Lahir Dan Batin...

Khutbah Idul Fitri 1433 H


Mahargya Dinten Kemenangan

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ  اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَر *ُ اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ   *اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ  * اللهُ أَكْبَرُكَبِيْرًا* وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا* وَسُبْحَانَ اللهُ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً *لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ اِلدّيْنُ وَلَوْ كَرِهَ اْلكَافِرُوْنَ* لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ * صَدَقَ وَعْدَهُ * وَنَصَرَ عَبْدَهُ * وَأَعَزَّ جُنْدَهُ * وَهَزَمَ الأَحَزَابَ وَحْدَهُ* لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ * اللهُ أَكْبَرُ وِللهِ الْحَمْدُ*
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى  أمـرنـا أن نـقيـم الأجتـمـاع  والأتـحـاد* والـتـودد بـيـن الـعبـاد ونهـانـا عـن  الـتـفرق والتبـاغض والأبتعـاد* أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى مِنْ إِلَهٍ أَعَادَ اْلأَعْيَادَ* وَادَّخَرَهَا بِكُلِّ عَمَلٍ  فى يـوم الـمعـاد * وَأَطَالَ الأَجَالَ إِلَيْهَــا لِيَنَالـُوْا بِفَضْلِهَــا الْجَزَاءَ الْمـوْبـد* أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَه إِلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ اْلـفـرد الْـصـمــد* وأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْحـائز الشـرف فـوق الـعبـاد* صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الـذى أرشـدنـا الى سـبيـل الـرشـاد* وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ كَانُوا يعـتـصـمـون  بشـريـعـتـه حق الأعـتمـاد * وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا  كَثِيْرًا إِلَى يَوْمِ الـمعـاد * أَمَّا بَعْدُ، فَيَا مَعَاشِرَ الْحَاضِرِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهِ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقُاتِهِ وِلا تَمُوْتُنَّ إِّلا وَأَنْتُمْ مَسْلِمُوْن *  وَاعْلَمُوْا أَنَّ  يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ  وَعِيْدٌ مُبَارَكٌ سَعِيْدٌ كَرِيْمٌ* أُحِلَّ لَكُمْ فِيْهِ الْطَعَامُ وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامُ *
  Kaum Muslimin Muslimat Rahimakumullah,
Mangga kita sesarengan ngunjukaken puji syukur saha pengalembana wonten ngarsa dalem Allah Ta’ala, inggih awit saking kanugerahan lan kanikmatan, langkung langkung yuswa panjang ingkang kaparingaken dateng kita sedaya, sahingga enjang menika kita kaparingan saget menangi malih dinten riyadin Idul Fithri punika, kanti kebak kabingahan lan kebahagiaan. Mekaten ugi anggen kita sami nindakaken kwajiban  shiyam Ramadlan sampun pinaringan paripurna. Panyuwun kita mugi katampia sedaya amal ibadah kita saklebetipun wulan Ramadlan kepengker wonten ngarsa dalem Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amiin.
Ugi mboten kesupen mangga kita tambahi taqwa lan tha’at kita dateng Allah, kanti ikhtiyar lan mbudidaya amrih saget nindakaken sedaya dawuh lan perintahipun lan nilar saha nebihi sedaya cegah lan awisanipun. Menapa malih ing dinten ingkang kebak rahmat lan maghfirah punika, ampun ngantos kita kotori kanti kemakshiyatan lan kadurakan ingkang mboten dipun ridlani dening Allah Ta’ala. Jalaran ing dinten menika ugi, awrat sanget godanipun mergi syetan lan iblis sami sumebar pados tiyang ingkang saget dipun bujuk, supados tumindak ingkang nuwuhaken duka lan bendunipun Allah Ta’ala. Pramila mangga kita jagi lan kita reksa kamulyanipun dinten punika. Kita bingah bingah sae, dahar ngunjuk eca eca mangga, ngagem busana enggal prayogi, nanging ampun ngantos lelangkungan, menika kemawon kedah kita niyati syukur kerana nikmat peparingipun Allah. Inggih nikmat ageng peparingipun Allah ingang arupi kemenangan, sak sampunipun kita nindakaken perang agung sewulan muput  nglawan musuh ingkang dumunung wonten ing awak kita piyambak inggih hawa nafsu kita.
اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ لآ إلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ
Kaum Muslimin Muslimat Rahimakumullah,
Dipun mulai kanti suruping surya, minangka tengara sampurnanipun wulan Ramadhan, sinambet kanti kumandanging takbir ngebaki awang awang, tasbih, tahmid lan tahlil nyertani swantening takbir, minangka tandaning raos syukur saking sedaya ummat Islam sak jagat raya punika. Mahargya dinten kemenangan ingkang kebak kebahagiaan lan kebingahan. Mangga swasana riyaya punika kita ginakaken kangge introspeksi, mawas diri lan muhasabah , dateng nikmat peparinipun Allah ingkang katah sanget mboten saget kawical wical, sageta sami syukur kanti ngginakaken nikmat punika dateng perkawis ingkang dipun ridlani dening Dzat ingkang paring ni’mat, menawi kita pinter syukur dateng nikmat peparingipun Allah, tentu Allah bade nambahi peparinipun dateng kita. Langkung langkung nikmat kamenangan ingkang nembe kita tampi punika sageta kita syukuri kanti ngegungaken dateng Asma dalem Allah Ta'ala , kados dawuhipun Allah :
"Lan supaya sira kabeh pada nyampurnaake wilangane dina anggonira pasa Ramadhan , lan supaya pada ngegungake sira kabeh ing Gusti Allah kerana olehe wus nuduhake Allah ing sira kabeh, supaya sira kabeh pada syukur".  (QS. Al Baqarah : 185)
Ngegungaken dateng Asma dalem Allah minangka nglahiraken Syukur dateng Allah punika kanti cara maos takbir, tahmid, tasbih lan tahlil. Mekaten ugi jumbuhipun kaliyan nikmat riyaya fitrah punika kita ngegungaken Allah kanti nindakaken sedaya lampah ibadah kanti ngadepaken jiwa raga kita.
. اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ لآ إلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Kaum Muslimin Muslimat Rahimakumullah,
Shiyam kita sewulan wekdal Ramadlan kepengker mangga kita titi priksa sepinten labetipun tumrap pribadi kita. Sebab Allah majibaken shiyam dateng kita tentu mawa hikmah, ingkang kedah saget kita raosaen. Katah sanget hikmah ingkang terkandung sak lebetipun kwajiban ibadah shiyam punika. Ing antawisipun minangka lampah prihatin kita kangge nggayuh derajat kamulyan saking ngarsanipun Allah. Minangka pepindanipun, kita mangertos hewan ingkang tapa prihatos nilar tetedan, kados dene uler, satunggaling hewan ingkang wujud ipun ngigoni, wulunipun nggateli, nedinipun gegodongan lan dados hama ingkang sanget dipun satroni lan disengiti sinten mawon. Ananging sinareng prihatos piyambakipun kanti tapa lan pasa, nilar neda, dados enthung, lajeng wewujudanipun gantos rupi makhluk ingkang indah nyengsemaken ingkang nyawang, kaparingan sewiwi, lar saget ngambah nggegana dados kupu, kacawisan rizqi ingkang sae, rupi madu, srawunganipun kaliyan sekar ingkang wangi lan indah. Pendamelipun ugi manfangati, menyerbukan sekar, lajeng saget dados buah. Menika sedaya jalaran anggenipun prihatos merangi hawa nafsu, lajeng saget nggayuh kamulyaning gesang menika.
Dados kanti anggen kita shiyam tetunipun kita ugi saget nggayuh derajat kamulyan. Miderek dawuhipun Allah shiyam menika dipun wajibaken   supados kita kalebet kawulanipun Allah ingkang muttaqin, bertaqwa, ta’at lan patuh dateng peraturan.  Kados dawuhipun Allah :

ing akhiripun ayat shiyam  ……..La’allakum tattaquun ;    Supaya sira kabeh pada taqwa.      
اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ لآ إلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ
Kaum Muslimin Muslimat Rahimakumullah,
Menawi shiyam nggadahi hikmah supados kita tambah taqwa, mboten sanes kejawi supados kita sedaya saged ngreksa lan njagi pribadi saking lelampah ingkang ndamel kemlaratan lan kapitunan , tumuju dumateng lelampahan ingkang ngasilaken kemanfaatan sae kemanfaatan kagem diri pribadi punapa dene kemanfaatan kagem tiang sanes.  Ngendikanipun Allah swt wonten ing al-Qur'an surat al-Baqarah ayat 184:

"Pasa iku Iuwih apik kanggo sira kabeh lamuna sira kabeh pada mangerti"

Kaum Muslimin Muslimat Rahimakumullah,
Wusananipun, ing injang ingkang kebak rahmat lan maghfirah punika, mangga kita sesarengan nyuwun dateng Allah, mugi mugi sedaya ngamal ibadah kita sak lebetipun wulan Ramadlan, ngantos dumugi enjang punika, langkung langkung shiyam kita sedayanipun tinampiya wonten ngarsa dalem Allah Ta’ala, pinaringana saget nggayuh hikmah hikmahipun ibadah shiyam kangge  nggayuh derajat kautaman lan kamulyan wiwit gesang kita ing alam dunya punika ngantos dumugi ing alam akhirat  . Kalebetna golonganipun tiyang ingkang wangsul netepi fithrahipun kalebur sedaya dosa kalepatan kita, wangsul kados asal katitah kita suci tanpa dosa,  nggayuh kamenangan lan kabekjan wiwit dunya ngantos duugi akhirat Amiin.
جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ اْلفَائِزِيْنَ اْلآمِنِيْنَ  *  وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ  *  فقـد قال تعـالى في كتـابه الكـريـم*  أعـوذبـالله من الـشــيـطان الـرجـيم* بســم اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ *  قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى* وَذَكَرَ اسْمَ  رَبِهِ فَصَلىّ . وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ *

 

اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَر *ُ اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ  اللهُ أَكْبَرُ*  اللهُ أَكْبَرُ  كَبِيْرًا *  وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا *  وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً  وَأَصِيْلاً  *  لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرْ *  اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ *
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى جَعَلَ اْلأَعْيَادَ مِنْ عَوَائِدِ اْلإِحْسَانِ* وَفَوَائِدِ اْلإِمْتِنَانِ* مِنْ رَبِّ  اْلمَلِكِ اْلحَنَّانِ* إِلِى عَبِادِهِ الَّذِيْنَ يَجْتَهِدُوْنَ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ* بِالصِّيَامِ وَالتَّرَاوِيْحِ وَتِلاَوَةِ اْلقُرْآنِ * أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْوَاحِدُ اْلمَنَّانُ* وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّعِى إِلَى دَارِ الْجِنَانِ* وَصَلَّى اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُوْلِى الْعِلْمِ وَاْلعِرْفَانِ*  وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا* أَمَّا بَعْدُ، فَيَآأَيُّهَا اْلإِخْوَانُ رَحِمَ كُمُ اللهَ، أُوْصِيْكُمْ  وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ* وَاْعلَمُوْا يَا إِخْوَانِ رَحِمَكُمُ اللهَ أَنَّ يَوْمَكُمْ  هَذَا يَوْمُ اْلعِيْدِ وَيَوْمُ اْلفَرَحِ وَالسُّرُوْرِ * فَاشْكُرُ اللهَ تَعَالَى بِالتَّكْبِيْرِ وَالتَّهْلِيْلِ إِنَّهُ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ* فَقَالَ اللهَ تَعَالَى جَلَّ جَلاَلُهُ عَلِيْمًا* إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى* يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا* اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ* وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ* وَتَابِعِى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلِى يَوْمِ الدِّيْنِ* وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ* اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ* وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ* إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ* اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَئِمَّتَنَاوَأُمَّتَنَا* وَقُضَاتَنَا وَعُلَمَاءَنَا* وَفُقَهَاءَنَا وَمَشَايِخَنَا *صَلاَحًا تَامًّا عَامًّا* وَاجْعَلْنَا هَدَاةً مُهْتَدِيْنَ*  اَللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ* اَللَّهُمَّ أَهْلِكْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ* وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ* وَفُكَّ أَسْرَ الْمَأْسُوْرِيْنَ* وَفَرِّجْ عَنِ اْلمَكْرُوْبِيْنَ* وَاقْضِ الدَّيْنِ عَلَى اْلمَدْيُوْنِيْنَ* وَاكْتُبِ اللَّهُمَّ السَّلاَمَةَ عَلَيْنَا* وَعَلَى الْحُجَّاجِ وَالْغُزَّاةِ وَالْمُسَافِرِيْنَ*. إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ* اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلغَلاَءَ وَالْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَاْلمُنْكَرَ وَاْلبَغْىَ وَالسُّيُوْفَ اْلمُخْتَلِفَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَامَةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍِ قَدِيْرٌ * رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَِلإِحْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَ بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آَمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ*
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِذِى اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ* وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.*

Yasdi, SE, MM
082 331 046 465 / 085 732 255 454

Alamat Kantor :
MTs Al Rosyid
Jl. KH. R. Moh Rosyid Ngumpakdalem Dander Bojonegoro Jawa Timur

Alamat Rumah :
RT. 01 RW. 01
Desa Sumodikaran Dander Bojonegoro Jawa Timur